Koperasi Sehat

PADANG –  Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Koperasi Kredit (Kopdit) Lestari Padang berbeda  dari biasanya. Pelaksanaan RAT yang sudah matang direncanakan Minggu, 22 Maret 2020 dua hari sebelumnya terpaksa dibatalkan.   RAT baru dilaksanakan Minggu, 19 Juli 2020 di Auditorium UPTD Museum Adityawarman Padang.  Penundaan pelaksanaan RAT ini karena kondisi pandemi Covid-19 dan mengikuti arahan jajaran  Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Pelaksanaan RAT dalam masa New Normal ini mengikuti Protokol Kesehatan Covid 19.  Sehari sebelum pelaksanaan RAT, Pengurus dan Pengawas Kopdit Lestari melaksanakan ‘sterilisasi’ (disinfektan) tempat. Sebelum masuk ke  arena  RAT,  anggota kopdit dan tamu undangan mesti melewati rangkaian protokol pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermogun, mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir,  duduk berjarak minimal satu meter, dan wajib mengenakan masker selama acara berlangsung. Waktu penyelenggaraan RAT pun tidak berlama-lama. Sejumlah acara dihilangkan dan dialihkan di kantor koperasi.

Ketua Kopdit Lestari Padang, Windi Subanto dalam sambutannya menyatakan bahwa tanpa mengurangi esensi dan legalitas RAT, beberapa acara yang sudah direncanakan tidak jadi dilaksanakan, antara lain: rapat dipimpin oleh ketua dan sekretaris rapat yang dipilih dari anggota yang hadir dan pemilihan Panitia Nominasi Pemilihan Pengurus dan Pengawas periode 2021-2023.  Selain itu juga tidak ada konsumsi dan penarikan kupon berhadiah. Konsumsi diuangkan dan diterima bersama pembagian deviden, penarikan kupon berhadiah dilaksanakan di kantor. Untuk meminimalisir penularan Covid-19,  Pengurus dan Pengawas Kopdit Lestari juga tidak mengadakan kunjungan dan membagikan deviden untuk anggota di Kompleks PT Mutiara Agam, PT AMP, dan Kinali – Pasaman Barat.

Sebelum membuka  RAT ini, Penyuluh Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinas KUKM) Kota Padang, Rizka Zafitriani, SE dalam sambutannya menyatakan bahwa  hingga 19 Juli 20­20, dalam masa New Normal  belum banyak kopdit yang menyelenggarakan RAT konvensional seperti Kopdit Lestari Padang. Untuk menyelenggarakan RAT, ada pilihan lain yakni menggunakan perangkat teknologi komunikasi dan tertulis. Dalam situasi khusus seperti sekarang, RAT juga dapat dilaksanakan secara perwakilan. Rizka mencontohkan satu orang anggota mewakili beberapa orang, misalnya lima atau sepuluh orang bergantung dari kesepakatan intern kopdit. Dengan cara ini, lanjutnya kuorum 50 persen plus satu bisa tercapai sebagai sahnya syarat penyelenggaraan RAT.

Rizka yang menambahkan, dalam situasi New Normal Pandemi Covid 19, koperasi tidak bisa mengumpulkan banyak orang terkon­sentrasi pada satu tempat. “Kita mesti menerapkan Protokol Covid-19 secara ketat. Maka sistem  perwakilan menjadi alternatif  ketimbang RAT konvensional yang memungkinkan terjadinya penumpukan massa. Bila ada pertanyaan atas laporan pengurus dan pengawas dapat disampaikan secara tertulis hingga batas waktu yang ditentukan. RAT perwakilan tidak mengurangi makna RAT. Dinas Koperasi juga meng­ingatkan anggota, bahwa  kehidupan koperasi tidak hanya berada di tangan Pengurus dan Pengawas, tetapi juga anggota. Kita harus bekerja sama meng­hidupkan dan mengembangkan koperasi ini!

Terkait penilaian kesehatan koperasi kredit, menurut Rizka  ada tujuh aspek yang dinilai yaitu: permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, dan jati diri koperasi. Dalam laporan Pengawas, Kopdit Lestari memperoleh  skor (nilai) 70  dengan predikat cukup sehat. Menurut Rizka,  penilaian Peng­awas masih menggunakan peraturan lama Menteri Koperasi dan UKM.  “Bila berpedoman pada per­aturan baru Menteri Koperasi dan UKM, skor yang didapat Kopdit Lestari senilai 82,5 atau dengan predikat sehat”. katanya.

Hal lain yang disorot Rizka adalah persentase kredit macet dan pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kelembagaan. “Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang berencana, usai Pandemi Covid 19, mengadakan pendidikan tentang perpajakan bagi koperasi primer, sehingga dapat menjadi tuntunan bagi pengurus koperasi dalam pengurusan perpajakan, termasuk NPWP kelem­bagaan koperasi. Meski demikian, kami tentulah mesti mendapat izin terlebih dahulu dari otoritas peme­rintah, karena masih dalam suasana New Normal Pandemi Covid 19. Untuk pengumpulan sejumlah orang (massa), kita masih mengalami kendala. Pun, kalau menggunakan perangkat alat komunikasi, semacam Zoom Meeting, terdapat sejumlah kendala karena belum semua pengurus koperasi dapat mengoperasikannya atau mengalami kesulitan, apalagi bahan yang bakal disampaikan merupakan bagian Pendidikan Perkoperasian yang memungkinkan adanya tanya-jawab,” tukas Rizka.

Usai sambutan, atas nama Dinas KUKM Kota Padang, Rizka membuka penyelenggaraan RAT dan dilanjutkan dengan penghitungan kuorum – disesuaikan dengan kondisi New Normal dan Protokol Kesehatan Covid 19 – oleh Ketua Kopdit Lestari, Windi Subanto. “Berdasarkan keterangan pengelola tempat, kapasitas maksimal sebanyak 150 orang. Dari data kehadiran anggota, sebanyak 82 orang, berarti tercapai kuorum sebesar 54,6 persen. Setelah mendapat persetujuan anggota, dilanjutkan penyampaian Laporan Pengurus (khusus Keuangan dan Pola Kebijakan),  Laporan Pengawas (khusus kesimpulan, saran, hasil penilaian). Berhubung  dengan ‘situasi khusus’ ini, maka tanggapan anggota atas seluruh laporan dilaksanakan secara tertulis hingga seminggu (25/7) setelah RAT. Setelah itu, dilanjutkan pengesahan laporan dan rencana kerja atas persetujuan anggota. Selain diikuti anggota, pengurus, pengawas, dan dua penyuluh dari dinas koperasi, RAT ini juga diha­diri utusan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) “Bekatigade Sumbarinci”, Koordinator Wilayah/Korwil Padang, dan Penasihat, P. Alexius Sudarmanto, Pr.

Hingga akhir TB 2019, tercatat anggota Kopdit Lestari Padang sebanyak 1.420 orang.  Pendapatan kotor kopdit ini Rp 1,48 milyar lebih, Sisa  Hasil Usaha (SHU) bersih Rp 1,18 milyar lebih. Anggota kopdit ini berdomisili di Padang, Kabupaten Agama (PT Mutiara Agam dan PT AMP), Kinali – Pasaman Barat, dan Kep. Mentawai. Ada juga beberapa anggota di luar provinsi Sumatera Barat. Mereka sebelumnya berdo­misili di Padang, lalu pindah domisili namun tetap setia menjadi anggota. (hrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *