Play Therapy Memperbaiki Suasana Batin

Terapi Bermain merupakan suatu metode konseling yang menggunakan play/bermain untuk berkomunikasi dan menolong anak.  Terapi ini juga merupakan disiplin ilmu yang berlandaskan teori-teori psikologi. Seorang psikolog, Virginia Axline, merupakan salah satu pionirnya. Axline mengembangkan “8 Prinsip Dasar Terapi Bermain Non-Directive” sejak tahun 1940. Penelitian Play Therapy United Kingdom (afiliasi Play Therapy International) mendapati 71 persen anak-anak yang mendapat play therapy menunjukkan perubahan positif.

Dalam terapi bermain non-directive, anak bermain dalam lingkungan yang aman dan nyaman, bebas bereksplorasi namun punya batasan minimal. Anak mendapat kesempatan untuk playing out / memainkan pengalaman atau perasaannya. Terapist akan merefleksikan hasil observasinya pada anak, jika dibutuhkan. Hal ini menyebabkan timbulnya proses penyembuhan/terapi, tanpa menggunakan obat. Anak mendapat insight bagaimana mengatasi masalahnya atau mengubah perilakunya melalui bermain.  Paling penting, anak mendapatkan “waktu istimewa”-nya.  Di zaman modern ini, sangat sedikit waktu untuk bersama dengan anak hanya bermain dengan anak atau sekedar ada untuknya.

Penelitian neurobiological development and psychological trauma,oleh Phyllis T. Stienand Joshua C. Kendall (2004), Bruce D.Perry and Maia Szalavitz (2006), menunjukkan play/ bermain menstimulasi pembentukan saraf otak dan penting bagi perkembangannya. Peralatan terapi ini dapat berupa kotak pasir, drama, seni rupa, tanah liat, bermacam figur/boneka, boneka tangan/jari, visual kreatif, story telling, musik dan tari/gerak.

Sebenarnya, dalam diri setiap manusia mempunyai sifat kanak-kanak, yakni suka bermain. Orang dewasa dan orang tua pun mempunyai kesukaan bermain (inner child). Sebab itu, sebagai salah satu terapi, play therapy (terapi bermain) cocok digunakan bagi semua kalangan dan tingkatan usia, termasuk anak-anak. Terapi bermain dapat membantu kita untuk memperbaiki suasana batin (mood) atas permasalahan-permasalahan sekaligus dapat menghilangkan depresi.

Dengan terapi bermain, inner child terakomodir.  Salah satu keuntungan terapi bermain berupa terapi mental dengan cara dan upaya santai. Terapi ini dapat diaplikasikan dalam dunia pekerjaan – yang sering berkonotasi berat: untuk mencari nafkah dan penghidupan. Hal ini dilakukan salah satu perusahaan ojek – pengantaran orang – ternama di Indonesia. Konsep bermain dipakai oleh provider aplikasi ojek tersebut, sehingga dengan konsep bermain, pekerjaan terasa jadi lebih ringan. Driver ojek online (ojol) tidak merasa seperti sedang bekerja, malah seperti bermain. Sang driver mengumpulkan “tanda bintang” dan akan mendapat balasan (reward)-nya serta permainan komunikasi.  Driver akan berusaha mendapatkan “bintang” sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan reweard-nya. Kondisinya, seakan-akan dan seolah-olah driver sedang bermain game mengejar satu tingkat atau level tertentu.

Play therapy adalah konsep pemulihan yang dapat diterapkan untuk anak-anak (dan mungkin juga orang dewasa) yang mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan berteman, punya masalah tidur atau mimpi buruk,  mengalami trauma (fisik, emosi), orangtua bercerai, kecemasan atau stress, kehilangan seseorang yang dekat (berduka), menarik diri atau tidak bahagia, sering bertengkar atau ribut dengan teman atau saudara. Hal lainnya, di-bully atau yang mem-bully, pencapaian akademik tidak potensial, perilaku tidak santun/mengganggu. Begitupun dengan kesulitan berbicara (speech delay).  Pada terapi bicara biasa, anak bersangkutan lebih banyak menggunakan gerak mulut, misalnya komat-kamit atau mulut diserongkan. Tetapi, lewat terapi bermain, segala sesuatunya dilakukan layaknya permainan. Anak pun tidak merasa sedang menjalani terapi (bermain).

Terapi ini dapat digunakan oleh guru, konselor terapis, maupun antarsesama remaja yang membentuk sebuah Focus Group Discussion (FGD).  Untuk kalangan remaja misalnya, terapi bermain juga dapat digunakan tatkala kupas tema pubertas dan pendidikan seks. Sementara, untuk kalangan dewasa yang cocok berupa terapi bermain peran. Terapi bermain secara professional biasanya dipandu kalangan tertentu bersertifikat. Aplikasi terapi bermain sangatlah luas yang dapat dilakukan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.  Dalam masa pandemi Covid 19, terapi bermain dapat digunakan untuk beberapa depresi dan trauma. Terapi ini dapat menyembuhkan trauma (trauma healing).

Sebagai konsep pemulihan dengan cara bermain, tidak selalu bergantung ada atau tidaknya peralatan pendukung. Bermain kata, gerak tubuh pun termasuk contoh terapi ini. Untuk terapi bermain professional yang dipandu tenaga bersertifikat, ada kalanya membutuhkan dukungan peralatan dengan lisensi tertentu, contohnya untuk klien tertentu dengan persoalan keluarga pecah (broken home), mengalami trauma. Namun, ada pula terapi bermain yang berlangsung alamiah dan tidak membutuhkan peralatan penunjang, baik di perkotaan maupun pelosok terpencil. Tentunya, bentuk, cara, peralatan atau media yang digunakan berbeda.

Play therapy pernah digunakan untuk pemulihan dan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi para korban terdampak letusan Gunung Merapi, Jawa Tengah, beberapa tahun silam, yang dipandu tenaga psikolog atau psikiater. Anak usia dini menjadi korban yang paling rentan terkena trauma, karena pada dasarnya mereka tidak dapat mengartikulasikan dan menunjukkan perasaan cemas yang dialaminya. Trauma healing menjadi salah satu metode dan kegiatan yang sangat penting serta efektif dilakukan untuk anak-anak korban pasca bencana alam. Pendekatan dan cara yang digunakan bagi kalangan anak-anak berbeda untuk remaja, orang dewasa, dan lanjut usia (lansia). Terapi dimaksudkan bukan melupakan sejenak persoalan yang dihadapi, tetapi untuk menguatkan dan meneguhkan. Mulanya, korban pengungsi dapat menerima situasi kondisi yang sedang dihadapi. Selanjutnya, mereka kuat dan teguh menjalani hari-harinya. Sebelum terapi bermain dilakukan, mestilah terlebih dulu ditentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai. (TIS/hrd)

Diasuh oleh: Theresia Indriyani Santoso, S.Psi., M.Si. (Psikolog, Pendiri SMART PSY Consulting Padang)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *