Mengapa Anak Takut Bertanya?

Berikut lima alasan yang mungkin mempengarui seseorang takut bertanya.

  1. Takut tidak mendapat jawaban yang sesuai. Saat bertanya orang berharap mendapatkan jawab sesuai dengan hal yang ditanyakan. Tetapi, tak jarang harapan itu pupus, lantaran jawaban dari orang lain justru tidak sesuai dan jauh dari konteks pertanyaan.
  2. Khawatir dianggap kurang berwawasan. Keinginan bertanya untuk menambah wawasan dan informasi baru terkadang bertolak belakang dengan pandangan orang lain. Sebab, ada yang memberi penilaian bahwa orang yang banyak bertanya adalah orang yang tidak berilmu. Anggapan itu belum tentu benar dan membuat tidak berani bertanya bahkan untuk hal yang sangat penting sekalipun. Jadi, jangan mudah menghakimi orang lain!
  3. Pertanyaan dirasa hal sensitif. Rasa penasaran terhadap suatu hal baru terkadang tidak bisa dibendung. Namun, ada waktunya rasa ingin tahu tertahan oleh sebuah halangan dikarenakan yang ditanyakan dianggap sensitif untuk dibahas. Sebetulnya niat bertanya seseorang hanya sekedar menambah pengetahuan positif, tetapi orang lain mungkin menganggap sebaliknya.
  4. Khawatir menimbulkan perdebatan tidak sehat. Sebuah pertanyaan bisa menjadi topik diskusi. Satu pertanyaan juga bisa menjadi pemantik perdebatan tidak sehat. Awalnya sekedar bertanya untuk mendapat pencerahan, salah-salah malah berujung debat yang justru saling menjatuhkan satu sama lain.
  5. Merasa sekedar basa-basi. Saat memulai obrolan sering memakai jurus ‘tanya basa-basi’ agar suasana bisa cair. Namun, harus diakui cara ini terkadang tidak ampuh dan mendapat respons yang biasa saja bahkan cenderung kurang baik oleh lawan bicara. Dari pengalaman inilah muncul keraguan untuk mengajukan pertanyaan. (ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *