YESUS ADALAH MUSA BARU

Minggu Prapaskah I (21 Februari 2021)

Kej. 9: 8-15; Mzm 25: 4bc-5ab, 6-7ab, 8-9;

1Ptr. 3: 18-22;

Mrk 1: 12-15

PANDEMI COVID-19 terasa mengerikan dan seolah-olah akan menghabiskan semua jiwa penduduk bumi. Pandemi Covid-19 boleh dikatakan jauh lebih ngeri dibandingkan dengan bencana alam yang kasat mata. Virus itu terasa kian dekat dan mengancam, manakala orang-orang dekat, orang kita kenal terpapar, apalagi sampai meninggal. Virus corona nyata-nyata ada tetapi tidak kasat mata.

Kisah bencana alam yang dahsyat dapat dijumpai dalam kisah bangsa-bangsa sejak zaman kuno hingga kini. Israel memanfaatkan kisah tradisional seperti itu untuk merenungkan iman mereka akan Allah yang setia pada janji-Nya. Betapa pun bejat kelakuan manusia, tetapi Allah tetap sayang dan setia pada janji-Nya.

Menjadi sosok yang dipakai Allah untuk memelekkan mata manusia akan Tuhan di balik penderitaan. Allah memilih Nuh yang setia menjadi pangkal keselamatan dunia dan umat manusia. Nuh yang dipanggil untuk membarui hubungan antara manusia dengan Allah sehingga terjalinlah persatuan hidup di dalam kasih. Hanya Allah (Yahwe) dan bukan dewa-dewi buatan tangan manusia yang mampu mengaruniakan keselamatan. Kisah air bah bukan kisah bencana bagi orang beriman, melainkan kisah kasih yang digagalkan manusia, namun Allah tidak bisa digagalkan. Lewat orang-orang yang dipilih-Nya, Allah menciptakan dunia baru dalam kasih itu.

Kisah tentang air bah terbagi ke dalam beberapa bagian. Review dengan menampilkan bumi yang mulai mengering, burung merpati yang dilepas belum mendapatkan tumpuan hidup di bumi, maka kembali ke bahtera Nuh yang menyelamatkan. Kemudian sesudah sesudah sesudah tujuh hari, dan kini burung kembali dengan daun zaitun yang menandakan sudah ada kehidupan di bumi. Ketika burung itu dilepaskan dan tidak lagi kembali, jelaslah bahwa tempatnya berpijak bagi kehidupan baru sudah ada. Nuh pun dipanggil ke luar dari bahtera untuk berbicara kehidupan yang baru sesuai kehendak Tuhan. Panggilan Nuh dan perkembangan mengembangkan kehendak Tuhan dalam menata kehidupan.

Melalui bacan kedua, orang Kristen disadarkan agar keyakinan akan Yesus Kristus yang bangkit menjadi awal pambaruan cara pandang dan dimensi kehidupannya. Orang Kristen yang sudah dibaptis, berarti sudah dipersatukan dalam kematian-Nya dan akan mulia bersama Dia dalam kebangkitan-Nya.

Bacaan Injil mengisahkan sesudah dibaptis oleh Yohanes Pemandi, Yesus mencanangkan warta gembira bagi bangsa manusia. Warta gembira itu artinya kasih Allah dalam kehidupan. Kisah dalam Markus Injil ini diawali dengan persiapan Yesus di padang gurun yang dicobai oleh iblis. Yesus menjadi seperti Musa baru, yang mengantar perjalanan umat Allah protokol padang gurun. Musa yang dulu tidak sampai memasuki tanah terjanji, tetapi Musa baru ini menelusuri padang gurun dan berhasil sampai pada tujuan. Markus melihat dalam diri Yesuslah awal pembaharuan hidup dalam hubungan dengan Allah. Manusia tetap diajak membahayakan padang gurun, tetapi padang gurun itu gagal jalan, melainkan jalan pembaruan kehidupan karena Alah secara nyata.

Pesan pokok yang mau disampaikan adalah orang Kristiani yang memanfaatkan masa prapaskah untuk merencanakan dan membangun hidup dalam semangat tobat dan iman. Bersama Yesus, orang Kristen yang membiarkan diri dibimbing oleh Roh Allah, terus menerus menyadari kehadiran Allah yang meraja, sehingga hidupnya merupakan cerminan sikap pembangunan yang sejati. Hidup beriman tanpa pembangunan pembangunan merupakan hidup beriman yang mandul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *