Akhirnya Saya Luluh Juga

Mulanya, Margaretta Tapokapkap (43) sempat menolak permintaan pastor paroki untuk memimpin kelompok perem­puan yang tergabung dalam Wanita Katolik Re­publik Indonesia (Wanita Katolik RI) Cabang Be­taet. Namun, hati ibu tiga anak ini luluh juga. Ia bersedia dan menjalankan roda organisasi bagai air mengalir. Tanpa terasa, telah dua tahun dijalaninya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Istri Arsenius Taporuk (46) ini dilantik sebagai Ketua DPC WKRI Cabang Betaet pada 4 November 2018 berbarengan dengan peresmian cabang. Saat peresmian, anggota 35 orang, kini terbentuk lima ranting. Empat ranting di pusat paroki (St. Cicilia, St. Elisabet, St. Dominikus, St. Fransiskus) dan Ranting St. Monika di Simalegi Muara. Hingga medio Januari lalu, Margaretta sedang menunggu kesiapan sejumlah perempuan Katolik untuk peresmian ranting baru di Simalibeg dan Sakaladat.
Sebelum sebagai Ketua WKRI Cabang Betaet, ibu rumah tangga yang berhasil menyelesaikan pembelajaran Paket C (2009) ini dikenal sebagai aktivis Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Semangat Jaya” Dusun Betaet Utara, Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Mentawai, sejak tahun 2005. Selain mengurus rumah tangga, ia berladang kelapa dan pinang. Margaretta mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama kali cabang terbentuk, karena salah satu pengurus inti andalannya akan bersalin. “Setelah pengurus bersangkutan bersalin dan beraktivitas kembali, kegiatan organisasi berjalan normal kembali. Saya juga merasa ringan memimpin cabang ini karena didukung keluarga dan anggota organisasi. Saya akan terus lanjutkan memimpin cabang ini hingga akhir periode kepemimpinan,” ungkapnya. (hrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *