SMA “Sanmar” Pekanbaru: Napak Tilas Sejarah

Keberadaan SMA Santa Maria Pekanbaru berkat jasa besar Pastor Adolfo La Ruffa, SX. Missionaris Serikat Xaverian (SX) asal Italia inisiator berdiri dan pembangunan gedung sekolah ini. Pastor La Ruffa juga berperan aktif dalam mengembangkan SMA Santa Maria. Pastor La Ruffa berpandangan jauh ke depan. SMA Santa Maria lahir karena kebutuhan sekolah menengah atas (SMA).
Pengurus Yayasan Prayoga Riau (YPR) saat itu bernama Yayasan Prayoga Perwakilan Riau melihat kelanjutan pendidikan lulusan sekolah menengah (SMP) Santa Maria yang terlebih dahulu didirikan. Jumlah sekolah menengah atas (SMA) masih terbatas, sekolah negeri daya tampungnya pun tidak mencukupi. Untuk itu perlu didirikan SMA, lahirlah SMA Santa Maria Pekanbaru. Inisiatif ini didukung oleh pemerintah daerah dengan mempermudah pemberian izin pendirian sekolah, berikut izin mendirikan bangunan (IMB) sekolah.
Berawal tahun 1953, kawasan Batu Satu Jalan Raya Bangkinang (sekarang Jalan Jendral Ahmad Yani, Pekanbaru) atas semangat dan dedikasi, serta perjuangan yang luar biasa Pastor Danielli, SX dan Pastor Nardello, SX berdirilah Taman Kanak-kanak (TK) Santa Maria untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran dini bagi anak-anak. Waktu itu, TK masih jarang di Pekanbaru. Beberapa tahun kemudian, para pendeta bingung, ke mana setelah anak-anak tamat TK. Pada tahun 1956, berdirilah SD Santa Maria (sekarang SD Santa Maria 1) di lokasi yang sama.
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan kota Pekanbaru yang luar biasa pesat, doa sekolah pun berkembang. Para Pastor Missionaris Missionaris Xaverian selalu mengutamakan metode pembelajaran lain dan unik, yang dikenal dengan disiplin tinggi, membuat banyak orangtua yang mempercayakan anak-anak masuk SD Santa Maria. Hal ini membuat pihak dan pengurus yayasan mempertimbangkan untuk mendirikan sekolah menengah pertama (SM). Pada tahun 1961 berdirilah SMP Santa Maria Pekanbaru di lokasi yang bersebelahan dengan SD Santa Maria. Tahun terus berganti, nama Sekolah Santa Maria semakin bersinar dan dikenal masyarakat terutama di ibukota provinsi Riau ini. Di tengah minimnya SMA, pertama kali (1975) ada penerimaan peserta didik baru SMA Santa Maria Pekanbaru di ruang bawah gereja paroki. Setahun kemudian kemudian, SMA Santa Maria (1976) pindah ke gedung baru. Gedung baru berlantai dua di Jalan Ronggowarsito ini dirancang dan dibangun Pastor Aldo La Ruffa, SX. Seiring perkembangannya, SMP Santa Maria Pekanbaru dipindahkan ke lokasi baru ini.
SMA Santa Maria Pekanbaru terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Dari yang semula hanya masing-masing kelas satu tingkatnya, sekarang ada 7 kelas paralel (satu tingkat). Sepanjang sejarahnya, 15 orang telah silih berganti memimpin SMA Santa Maria Pekanbaru. (Agustinus Heru Susanto)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *